Indonesia merespons dengan baik. Beberapa detik setelah kick-off, timnas Futsal Indonesia kembali unggul 4-3. Kesalahan pemain Iran membuat bola jatuh ke kaki Samuel Eko. Dengan tenang Eko melepaskan tendangan keras kaki kiri.

Kembali tertinggal, Iran terus mengempur Indonesia. Dua peluang didapat Iran lewat Mahdi dan Moslem Oladghobad. Untungnya Habiebie cekatan menggagalkannya.

Serangan balik Indonesia hampir membuahkan gol kelima di menit 27. Sayangnya Syauqi Saud gagal mengeksekusi dengan baik. Tembakannya melebar.

Iran punya dua peluang emas untuk menyamakan skor lewat Moslem dan Salar. Beruntung bagi Indonesia, kedua peluang tersebut membentur tiang gawang.

Pada menit 35, Indonesia kembali diselamatkan tiang gawang. Kali ini tembakan Mohammadhossein Derakhshani yang mengenai tiang gawang.

Tiga menit laga tersisa, Iran mulai bermain dengan powerplay. Karimi yang menjadi kiper terbang.

Baru beberapa detik memakai powerplay, Iran langsung bikin gol penyeimbang lewat sepakan kiper terbang Karimi. Skor imbang 4-4 ini bertahan sampai 40 menit sehingga diperlukan tambahan waktu.

Di awal extra time, Indonesia sempat punya peluang lewat Rio Pangestu. Sayangnya sepakan pemain nomor 9 itu masih melebar.

Iran hampir mencetak gol di awal babak kedua extra time lewat tembakan Hossein. Untungnya bola bola bisa diblok kiper pengganti Nizar.

Menit delapan extra time Indonesia kembali unggul 5-4. Israr mencetak hattrick meneruskan skema sepak pojok.

Tapi semenit kemudian Iran bisa menyamakan skor Saeid membelokkan tembakan Salar. Karena imbang 5-5, pertandingan ditentukan adu penalti.

Pada babak adu penalti, Indonesia sempat di atas angin. Algojo pertama Iran Masoud Youssef gagal karena ditepis Nizar. Sedangkan eksekutor pertama Indonesia Firman masuk. Setelah itu Rio dan Rizki Xavier juga sukses.

Sayangnya Dewa Rizki gagal sehingga skor kembali imbang. Di suddent death, Israr gagal. Tembakannya melebar. Iran memastikan kemenangan 5-4 di adu penalti setelah Hossein Sabzi memperdaya Habiebie.